Selasa, 03 Mei 2016

was - was 

sebuah penyakit berbahaya yang bisa melumpuhkan segenap dan dapat secara cepat atau lambat akan merusak hati dan pikiran untuk memikirkan hala - hal yang tak berguna sama sekali. bukan sekedar penyakit biasa layaknya batuk dan pilek saja. bahkan lebih besar dari itu semua. Menurut pengalaman al faqir sendiri ada beberpa orang dan bahkan banyak orang yang mengalami "penderitaan" semacam ini. Bukan juga berarti kita harus menganggap berat dan sangat berbahaya jikalaau menyerahkn semuanya kepda Allah semata. KarenaNya-lah semua penyakit ataupn keluh kesah bisa teratasi. Sedikit contoh saja, ada seseorang yang terus mengulangi sebuah pekerjaan yang sepele dan sangat tidak layak untuk di ulang - ulang karena hanya akan memakan wajtu yang sangat sangat sangat lama. Contohnya saja, seseorang tersebut berpikir bahwa sebuah pekerjaan misalnya seperti menutup pintu atau menguncinya, namun karena ia was - was ia pun mengukanginya hingga beberapa kali karena ia belum yakin kunci-an nya itu benar atau tidak, sudah kuat atau tidak atau bahkan dia berpikiran bahwa ada sebuah ganjalan yang sangat tak berarti dan tak berguna sama sekali. sebaiknya hal itu di hindari sekuat - kuatnya agara setan yang ada dalam hati ini kapok dan capek dengan sendirinya, al faqir sendiri bebicara seperti ini karena juga pernah mengalami penyakit tersebut karena beberapa hal sehingga banyak pekerjaan dan aktifitas yang jauh lebih penting dari mengurusi hal - hal semacam itu menjadi kacau balau dan seirng kepikiran  karenanya. Sehingga pada suatu hari mendengar dari seorang ulama' terkemuka dan teruji keilmuaanya di sekitar rumah bahwa hal - hal seperti itu adalah sebuah bentuk kedholiman. Mengapa begitu? Kedholiman. berbicara tentang kedholiman tentu banyak yang bertanya apa hubungan antara kedholiman dan penyakit was - was ini. Arti dari sebuah kedholiman itu sendiri saja sudah jelek dan identik pada perbuatan aniaya atau perbuatan yang tidak baik kepada sesama, bahkan ke dir sendiri. Dari sini saja pembaca tentu sudah paham apa hubngna antara keduanya tersebut. Dholim kepada orang lain seperti menganiayanya dalam berbagai bentuknya. Contohnya saja, ketika mereka atau dia tidak nyaman dan merasa terganggu serta resah akan keberadaan kita di dekatnya, di karenakan perbuatan kita yang tak senonoh dan tak beraturan itupun sudah termasuk bentuk kedholiman walaupun tak secara langsung menganiaya mereka secara fisik, namun sudah terlihat bahwa bathin mereka sangat tersiksa dan tak nyaman berada di dekat orang - orang seperti kita misalnya. Kalau kepada orangg lain saja menyakiti hati ata lebih - lebih secara fisik, bagaiana jika menyiksa dan merusak diri sendiri dengan pekerjaan yang di ulang- ulang seperti itu. Bykannya diri sendiri lebih garus di perhatikan dari pada orang lain? kalau diri sendiri saja tak terawat tak terperhatikan, bagaiamana kita bisa perhatian akan orang lain dan terlebih pasangan - pasangan yang sah kelak nanti yang kita cintai?.Skali lagi, janganlah sekali - kali tertipu oleh pekerjaan yang berasal dari musuh besar kiitaa, syetan.

NB: maaf dengan ketidaknayaman akan tulisan atau kekurangan kekurangan lainnya karena masih newbie hehe..
 

syair ma'hadiyah



بسمالله الرحمن الرحيم
معهد دار التوحيد

لن....انت لن تبدّل في نفسي و في فؤادي
ما أوجدمكان او الحال كما عندك
سأذكّرك مادمت سافرًا
لأنّ ما في الّذي يستطيع أن  يبدّل محلّك
محلّك في قلبي و في فكري
قد شعرت ذلك بعد خروجي منك
قد شعرت أنّك واحد في نفسي
يا بيتي الثاني.....
يا دار التوحيد....